Penjelasan :

Beredar sebuah pesan pada aplikasi WhatsApp yang menyatakan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali memberikan subsidi pulsa Rp200.000,00 dan kuota internet 75 GB untuk para guru, dosen, siswa dan mahasiswa. Pesan tersebut pula menyertakan sebuah tautan yang diklaim sebagai cara untuk mendapatkan subsidi tersebut. 

Faktanya, informasi beserta tautan pada pesan berantai tersebut adalah tidak benar, dan bukan merupakan informasi resmi dari Kemendikbud.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie menegaskan bahwa informasi pada pesan berantai yang beredar dan menyebut Kemendikbud memberikan subsidi pulsa dan kuota internet itu adalah kabar bohong. Hasan Chabibie menambahkan, saat ini Kemendikbud memang tengah merencanakan pemberian subsidi kuota internet untuk para siswa dan guru, tetapi kebijakan atau program tersebut belum diluncurkan.

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/10/160000665/hoaks-subsidi-pulsa-rp-200000-dan-kuota-internet-75-gb-dari-kemendikbud?page=all

https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/2681/kemendikbud-bantuan-kuota-belajar-tahun-2021-akan-dilanjutkan.html

 

Sumber: Infopublik.id

Penjelasan :

Beredar unggahan di media sosial Twitter yang mengabarkan perihal penolakan Arab Saudi terhadap jemaah haji dari Indonesia. Dalam unggahan itu disebutkan, Arab Saudi menolak jemaah haji dari Indonesia bukan karena pandemi COVID-19, melainkan karena Indonesia belum membayar bea akomodasi calon jemaah haji akibat dana haji yang telah digunakan oleh pemerintah untuk membiayai berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelusuran, informasi bahwa Arab Saudi menolak jemaah haji dari Indonesia karena belum membayar bea akomodasi calon jemaah haji adalah tidak benar. Dikutip dari laman Kompas.com, diketahui Pemerintah Arab Saudi kembali memberlakukan kebijakan baru untuk menekan laju pertumbuhan Virus Corona di negaranya, yakni dengan menangguhkan masuknya orang-orang ke kerajaan dari 20 negara, termasuk Indonesia mulai 3 Februari 2021.

Namun, kebijakan tersebut dikecualikan untuk diplomat, warga negara Arab Saudi, praktisi medis, dan keluarga mereka. Dikutip dari turnbackhoax.id, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengatakan dana haji yang dikumpulkan pada 2018 sebanyak Rp113 triliun ditempatkan untuk deposito di perbankan syariah dan digunakan untuk membeli surat berharga bukan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link counter:

-
https://data.jakarta.go.id/jalahoaks/detail/HOAKS-Arab-Saudi-Tolak-Jemaah-Haji-dari-Indonesia-Karena-Belum-Bayar-Bea-Akomodasi-Calon-Jemaah-Haji 
-
https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/03/073200865/arab-saudi-blokir-masuknya-warga-20-negara-termasuk-indonesia-mulai-3?page=all 
-
https://kemenag.go.id/berita/read/515386/indonesia-tidak-punya-utang-akomodasi-jemaah-ke-saudi 
https://turnbackhoax.id/2021/02/18/salah-terkuak-ternyata-jemaah-haji-indonesia-ditolak-bukan-karena-COVID-19/  


Sumber: Infopublik.id

Penjelasan :

Telah beredar di media sosial Facebook, sebuah unggahan yang mengatakan bahwa Menteri Agama mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait larangan bahasa Arab.

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim yang mengatakan bahwa Menteri Agama mengeluarkan SK terkait larangan bahasa Arab adalah salah. Tidak ada informasi valid dan resmi mengenai hal tersebut.

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GNlqzY9b-cek-fakta-muncul-sk-menteri-agama-larang-bahasa-arab-ini-faktanya

 

Sumber: Infopublik.id

Penjelasan :

Beredar sebuah unggahan berisi daftar penyakit yang diklaim disebabkan oleh vaksin flu atau Covid-19. Unggahan tersebut disertai diagram yang berisi berbagai penyakit antara lain kanker, HIV/AIDS, stroke, diabetes, arthritis, dan serangan jantung. Bahkan, di bagian bawah, disebutkan bahwa kematian adalah salah satu akibat dari pemberian vaksin.

Berdasarkan hasil penelusuran dari cekfakta.tempo.co, klaim bahwa vaksin flu dapat menyebabkan infeksi HIV dan kanker, maupun penyakit serta gangguan serius lainnya adalah keliru. Vaksin flu telah banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan belum pernah dilaporkan menyebabkan infeksi HIV maupun kanker.

Selanjutnya, dilansir dari republika.co.id, Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe membantah kabar lawas yang kembali muncul di sebagian masyarakat tentang vaksin yang dianggap bisa menyebabkan autisme hingga kanker.

"Tidak ada vaksin yang bisa menyebabkan kanker, malah ada vaksin yang bisa melindungi kanker, vaksin hepatitis B yang bisa melindungi kanker hati, vaksin HPV melindungi kanker mulut rahim, jadi tidak benar vaksin sebabkan kanker," ujar Dirga.

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

-
https://cekfakta.tempo.co/fakta/1249/keliru-vaksin-flu-sebabkan-infeksi-hiv-dan-kanker 
-
https://republika.co.id/berita/qldhz3414/vaksinolog-vaksin-tidak-sebabkan-autisme-dan-kanker 

 

Sumber: Infopublik.id

Penjelasan :

Beredar sebuah unggahan berisi daftar penyakit yang diklaim disebabkan oleh vaksin flu atau Covid-19. Unggahan tersebut disertai diagram yang berisi berbagai penyakit antara lain kanker, HIV/AIDS, stroke, diabetes, arthritis, dan serangan jantung. Bahkan, di bagian bawah, disebutkan bahwa kematian adalah salah satu akibat dari pemberian vaksin.

Berdasarkan hasil penelusuran dari cekfakta.tempo.co, klaim bahwa vaksin flu dapat menyebabkan infeksi HIV dan kanker, maupun penyakit serta gangguan serius lainnya adalah keliru. Vaksin flu telah banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan belum pernah dilaporkan menyebabkan infeksi HIV maupun kanker.

Selanjutnya, dilansir dari republika.co.id, Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe membantah kabar lawas yang kembali muncul di sebagian masyarakat tentang vaksin yang dianggap bisa menyebabkan autisme hingga kanker.

"Tidak ada vaksin yang bisa menyebabkan kanker, malah ada vaksin yang bisa melindungi kanker, vaksin hepatitis B yang bisa melindungi kanker hati, vaksin HPV melindungi kanker mulut rahim, jadi tidak benar vaksin sebabkan kanker," ujar Dirga.

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

-
https://cekfakta.tempo.co/fakta/1249/keliru-vaksin-flu-sebabkan-infeksi-hiv-dan-kanker 
-
https://republika.co.id/berita/qldhz3414/vaksinolog-vaksin-tidak-sebabkan-autisme-dan-kanker 

 

Sumber: Infopublik.id

PANGKEP TV - Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo mengenai pengkajian kriteria implementatif dan rumusan substansi Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Hukum dan HAM mengambil langkah strategis dengan membentuk tim pelaksana kajian.

"Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Menko Polhukam Nomor 22 Tahun 2021 tentang Tim Kajian Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Kominfo dan Kementerian Kumham akan mengambil langkah-langkah,” ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam Konferensi Pers usai rapat Pengarahan Kepada Tim Kajian Teknis UU ITE, bersama Menkopolhukam di Ruang Nakula Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (22/02/2021).

Mengenai langkah yang akan diambil, Menteri Kominfo menyatakan salah satu prinsip yang dikedepankan adalah menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Menurut Menteri Johnny, Indonesia telah memilih berdemokrasi, menganut kebebasan pers, kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat. Karenanya semua syarat mutlak itu, Indonesia berada pada titik tidak balik lagi atau point of no return.

“Yang menjadi tugas kita bersama adalah menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi, kualitas kebebasan pers, kualitas berserikat, kualitas berkumpul dan kualitas menyampaikan pendapat. Dan payung hukum hulu seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden adalah salah satu di Undang-Undang ITE,” jelasnya.

Mengenai adanya keberatan tentang pasal dalam UU ITE yang dianggap krusial, multitafsir atau pasal karet, Menteri Kominfo menegaskan hal itu telah diajukan pihak yang berkeberatan ke Mahkamah Konstitusi melalui judicial review. "Kurang lebih sebanyak 10 kali dan mendapatkan penolakan. Namun demi manfaat untuk kehidupan bermasyarakat dan kehidupan sosial, maka terbuka selalu kemungkinan dalam rangka menambah, mengurangi, mengubah untuk penyempurnaan undang-undang itu sendiri,” tandasnya.

Dalam Keputusan Menko Polhukam Nomor 22 Tahun 2021 tentang Tim Kajian UU ITE, terdapat Tim Pelaksana yang diketuai oleh Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenkopolhukam Sugeng Purnomo, Sub Tim I dari Kementerian Kominfo dipimpin Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Kominfo Henri Subiakto, dan Widodo Ekatjahjana selaku Ketua Sub Tim II Kemenkumham.

Peran Kominfo

Berkaitan dengan arahan Presiden, Menteri Johnny menegaskan bahwa Kementerian Kominfo akan menangani kajian dan pedoman pelaksanaan Undang-Undang ITE khususnya pada pasal krusial seperti pasal 27, pasal 28, dan pasal 29 UU ITE.

“Pedoman pelaksanaan undang-undang ITE ini bukan norma hukum baru. Jangan sampai keliru ditafsirkan seolah-olah membuat satu tafsiran terhadap undang-undang, karena sudah jelas penjelasan atas undang-undang sudah ada di bagian penjelasan undang-undang, dan penafsiran akhir dalam pelaksanaan judicial system kita bagi masyarakat pencari keadilan adalah menjadi kewenangan hakim,” tandasnya.

Menurut Menteri Kominfo, Pedoman Pelaksanaan UU ITE yang dibuat dinilai sebagai acuan bagi aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti UU ITE apabila disengketakan atau terjadi sengketa yang berkaitan denganregulasi tersebut.

“Baik itu oleh Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia atau lembaga-lembaga lainnya di ruang fisik, dan tentunya oleh Kominfo dalam menjaga ruang digital,” jelasnya.

Menteri Johnny menyatakan bahwa suatu keniscayaan bagi Indonesia saat ini bertransformasi ke ruang digital. Sehingga di era transfomasi digital dibutuhkan payung hukum yang memadai guna menjaga dan mengawal ruang digital digunakan dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang yang aman, bersih, kondusif, produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Di sisi yang lain harus mampu menjamin pemenuhan rasa keadilan masyarakat. Untuk itu, Saya juga menggarisbawahi betul jangan sampai dalam pelaksanaan dua tim berdampak pada kekosongan payung hukum di dalam ruang digital,” ujarnya.

Libatkan Masyarakat

Menurut Menteri Kominfo, tidak bisa dimungkiri, ruang digital merupakan ruang masyarakat yang hampir semua aktifitasnya seperti aktifias di ruang fisik. “Masyarakat kita telah bertransformasi dari phyical space ke digital space, karenanya payung-payung hukum yang menyangkut tata kelola kehidupan kemasyarakatan tidak saja di dalam ruang-ruang fisik, tetapi juga di dalam ruang ruang," tegasnya.

Menurut Menteri Johnny, ruang digital Indonesia saat ini merupakan komponen penting bahkan ruang digital bangsa-bangsa lain di dunia yakni terkait dengan data. “Karenaitu penting untuk kita memastikan tata kelola data dapat dilakukan dengan baik, mengingat data bergerak ekstrateritorial, data bergerak lintas batas yurisdiksi suatu negara," ungkapnya.

Menteri Kominfo menyatakan saat ini, dalam forum internasional, posisi Indonesia saat ini cukup kuat dan tegas dalam mengatur protokol yang memadai dalam tata kelola pergerakan data lintas batas negara.

“Disamping undang-undang ITE, undang-undang terkait lainnya dibutuhkan untuk menjaga agar ruang digital kita bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, dan dapat menjamin keadilan bagi pencari atau pemenuhan rasa keadilan bagi masyarakat.” tandasnya.

Menteri Johnny menegaskan bahwa pemerintah akan kerja maraton dengan melibatkan komponen masyarakat, para ahli akademisi dan lingkungan kerja kementerian/lembaga terkait termasuk menerima masukan dari awak media dalam rangka menghasilkan suatu pedoman pelaksanaan yang dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Di sisi yang lain masukan-masukan dalam rangka penyempurnaan UU ITE itu sendiri agar bermanfaat bagi masyarakat, dan sejauh mungkin menghindarkan diri lagi dari potensi pasal-pasal karet yang baru,” imbuhnya.

 

Sumber: Kominfo.go.id

Page 1 of 25

 

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id