PANGKEP TV, Pangkajene - Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad, menyebut ada tambahan lima kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pangkep, berdasarakan pemeriksan PCR swab tenggorokan.

“Iya ada tambahan lima kasus untuk hari ini,” ujar Annas, dikutip dari pangkep.terkini.id, Rabu, 15 Juli 2020.

Dia menambahkan, dari data lima kasus baru tersebut diantaranya dua dari Kecamatan Minasatene, dua dari Kecamatan Bungoro, satu dari Kecamatan Pangkajene.

“Kasus tambahan dari tiga kecamatan,” katanya.

Adapun, kata Annas data empat tambahan kasus Covid-19 perempuan usia 27 tahun, perempuan 57 tahun, dan laki-laki 24 tahun, laki-laki 30 tahun.

Annas juga menuturkan, angka kesembuhan kasus positif di Pangkep terus juga mengalami peningkatan.

“Kita berharap angka kesembuhan terus meningkat,” ujar Annas.

Dirinya juga mengimbau agar maayarakat, tetap terus mengikuti protokoler kesehatan.

“Kita berharap, masyarakat ikut bersama-sama menekan penyebaran Covid-19,” katanya.

Tambahan lima kasus baru tersebut, menjadikan total positif Covid-19 di Kabupaten Pangkep sebanyak 70 kasus.

PANGKEP TV, Pangkajene - Data posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan(TGTPP) Covid-19 Pangkep, saat ini mencatat sebanyakl 51 kasus positif Covid-19.

Juru Bicara TGTPP Covid-19 Pangkep, dr Annas Ahmad menyampaiakan, hari ini ada tambahan tiga kasus positif.

"Tambahan tiga kasus baru positif covid-19 untuk Pangkep berdasarkan hasil pemeriksaan PCR swab tenggorokan, Laki-laki (49) asal pulau Balang Lompo Kecamatan Liukang Tupabbiring, Laki-laki (44) asal Tumampua, Kecamatan Pangkajene
dan Perempuan (18) asal Tumampua, Kecamatan Pangkajene,"jelasnya, Jumat 26 Juni 2020.

Direktur RSUD Batara Siang itu mengatakan, dua orang dirawat di RS Batara Siang dan satu dirujuk ke RS Bayangkara.

Data saat ini, total kasus positif Covid-19 sebanyak 51 kasus. Sebanyak 23 orang sembuh, 17 orang dirawat, sembilan orang isolasi mandiri dan dua orang meninggal dunia.

PANGKEP TV, Pangkajene - Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep dr Annas Ahmad mengatakan dua tambahan positif Covid-19 merupakan kasus.

Tambahan tersebut menambah jumlah kasus Covid-19 sebanyak 47 Kasus. Kata, Annas kedua pasien melalui screening.

"Satu kasus di temukan saat screening keberangkatan. Kasus kedua ditemukan saat screening untuk persiapan melahirkan di RSUD Dadi Makassar," katanya, Selasa 23 Juni 2020.

Keduanya juga diketahui positif berdasarkan pemeriksaan PCR swab tenggorokan.

"Laki-laki (19) asal Jalan Panasa Kelurahan Talaka Kecamatan Marang dan perempuan (29) asal Jalan Mappe Bontogelang Kecamatan Bungoro,"ujarnya.

Saat ini, data di posko tim gugus tugas percepatan penanganan (TPGPP) Covid-19 Kabupaten Pangkep, total kasus Positif Covid-19 sebanyak 47 kasus.

Sebanyak 15 orang dirawat, 12 orang isolasi mandiri, dua orang meninggal dunia dan 18 orang sembuh.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan(TGTPP)Covid-19 kabupaten Pangkep dr Annas Ahmad menjelaskan, hari ini ada tambahan dua kasus positif.

 

Sumber: pangkep.terkini.id

PANGKEP TV, Pangkajene - Positif Covid-19 Kabupaten Pangkep, saat ini sudah 35 kasus.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19(TGTPP) kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan, pasien CO 35 asal kampung Bilango, Desa Lanne, Kecamatan Tondong Tallasa.

"Tambahan satu kasus positif untuk Pangkep, berdasarkan hasil pemeriksaan PCR Swab tenggorokan, Perempuan (34) asal Bilango, desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa,"jelasnya, Selasa(16/6/20).

Lanjutnya, pasien saat ini sedang dirawat di RS Bayangkara Makassar.

Data Posko TGTPP Pangkep, total positif Covid-19 total 35 kasus. Sebanyak 18 orang sembuh, sembilan orang isolasi mandiri, tujuh orang dirawat dan satu orang meninggal dunia.

PANGKEP TV, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian BUMN dan Telkom Indonesia menambahkan beberapa fitur untuk memudahkan pengguna Aplikasi PeduliLindungi dalam menghadapi new normal atau kenormalan baru.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pengguna Aplikasi PeduliLindungi hingga saat ini sudah mencapai hampir 4 juta pengguna. "Hingga sore hari ini, masyarakat yang melakukan atau intalasi aplikasi ini Google Play Store dan App Store sebanyak 3.944.793 pengguna smartphone yag ada di Indonesia. Kami harapkan masyarakat lebih aktif untuk melakukan instalasi aplikasi karena sangat penting untuk mengetahui dan mencegah persebaran pandemi Covid-19," ungkapnya dalam Konferensi Pers Daring tentang QR Code e-Sertifikat Bebas Covid-19 pada Aplikasi PeduliLindungi dari Ruang Serbanguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (12/06/2020).

Menteri Kominfo menyatakan Pemerintah juga akan meningkatkan Aplikasi PeduliLindungi agar bisa digunakan oleh perangkat telepon non-smartphone. "Kami juga bersama-sama dengan Telkom yang akan meningkatkan agar aplikasi ini nanti bisa digunakan juga oleh pengguna perangkat telepon yang non-smartphone melalui teknologi SMS," jelasnya.

Menteri Johnny merinci fitur yang sudah ada dalam Aplikasi PeduliLindungi antara lain:

Contact Tracing hingga 14 hari ke belakang menggunakan teknologi bluetooth;
Tracking closed-contact user menggunakan teknologi GPS atau global positioning system;
Fencing untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan teknologi GPS;
Untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yuridiksi nasional kita di batas negara di 7 pintu imigrasi. dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP;
Notifikasi Zona Terdampak dan informasi lokasi sekitar dalam hal ini kelurahan, rumah sakit maupun apotek terdekat;
Histori perjalanan atau lokasi user menggunakan GPS;
Teledokter, atau periksa kesehatan mandiri dengan Prixa dan BPPT, konsultasi dokter online dengan Halodoc dan Prosehat.
Menurut Menteri Kominfo pemerintah juga membuat dashboard monitoring yang digunakan untuk tracing, tracking, dan fencing. "Dalam hal ini Dashboard Tracing dan Tracking untuk melihat user yang pernah closed-contact dengan pasien positif. Dashboard Fencing untuk melihat pergerakan orang dalam karantina mandiri. Untuk memontoring tersedia di Kementerian Kesehatan yang dapat digunakan khususnya untuk memonitor pasien dan orang yang melakukan karantina mandiri," paparnya.

Menteri Johnny menjelaskan apabila melewati batas wilayah karantina sampai dengan 500 meter, user atau pengguna yang bersangkutan langsung terlhat dalam dashboard.

“Kemudian, para pejabat, dokter-dokter atau operator-operator yang ada di dasbord Kementerian Kesehatan bisa langsung mengingatkan kepada pasien untuk segera kembali ke wilayah karantina atau isolasi mandirinya, serta dapat melakukan juga melalui pendekatan-pendekatan offline setelahnya,” paparnya.

Digital Diary dan Kenormalan Baru

Menteri Kominfo menyatakan pengembangan aplikasi selanjutnya pertama diarahkan untuk menambah QR Code untuk digital diary perjalanan pengguna. “QR Code untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yurisdiksi nasional kita, batas negara di tujuh pintu atau gate imigrasi, dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP,” jelasnya.

Menteri Jhonny berharap, pada minggu ketiga bulan Juni ini pengembangan QR Code untuk digital diary ini sudah bisa di-launching agar bisa digunakan oleh masyarakat.

Menurut Menteri Kominfo, fitur lain yang akan dikembangkan pertama adalah QR Code untuk diary perjalanan user yang dibuat sesuai dengan pemintaan Presiden dan ditargetkan bisa diguankan Minggu ketiga Juni 2020. Selain itu, kedua, fitur registrasi hasil rapid test dan swab test sebagai passport user pada masa relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Minggu pertama Juli 2020.

“Kemudian, teknologi Face Recognition untuk pengecekan suhu tubuh dan masker sebelum user masuk ke area public atua gedung pada Minggu kedua Juli,” jelas Menteri Johnny.

Selanjutnya keempat akan dikembangkan Aplikasi PeduliLindungi untuk pengguna non-smartphone Minggu ketiga Juli 2020. “Karena saat ini pengguna smartphone itu cukup signifikan jumlahnya, namun yang nonsmartphone jauh lebih besar. Sehingga pengguna non-smartphone juga mendapatkan akses Aplikasi PeduliLindungi kita harapkan pengguna semakin banyak dan aplikasi ini makin bermanfaat dalam rangka membantu masyarakat mencegah tertular Covid-19,” jelasnya

Kelima, Menteri Kominfo menyebutkan akan membangun Software Development Kit (SDK) agar Aplikasi PeduliLindungi dapat dimanfaatkan di apps lain pada Minggu keempat Juli 2020.

Menurut Menteri Kominfo, SDK dapat dimanfaatkan di berbagai aplikasi. Ia menyontohkan jika di aplikasi Go-Jek ada kerjasama dengan PeduliLindungi maka seluruh driver Go-Jek bisa menggunakan aplikasi tersebut.

“Dengan menggunakan QR Code bisa mengetahui mereka (driver) dapat pergi ke mana, mengantar penumpang ke mana, di daerah yang mana misalnya mall atau gedung-gedung mana yang sudah memenuhi syarat-syarat protokol medis, dan tidak boleh ditambah jumlahnya bisa menghindari wilayah tersebut,” jelas Menteri Johnny.

Bahkan, Menteri Kominfo memberikan gambaran bagaimana pemanfaatan aplikasi itu dalam penerapan kenormalan baru ketika mengunjungi mall atau restoran. Dalam kenormalan baru, dimungkinkan untuk masuk ke salah satu mall atau restoran yang sesuai standar kesehatan 50% misalnya, dari situ belum sampai 50% boleh pergi ke wilayah tersebut.

“Akan tetapi apabila sudah 50% aplikasi ini akan mengingatkan untuk tidak perlu pergi ke sana dan dapat mencari tempat yang lain, sehingga masyarakat tidak perlu antri dan menyita waktunya, sekaligus akan membantu aparat-aparat baik aparat pemerintah daerah, kepolisian maupun TNI yang bertugas di lapangan,” jelasnya.

Dalam konferensi pers daring itu, Menteri Kominfo didampingi oleh Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli dan Chief Digital Innovation Officer Telkom Indonesia, Faizal Djoemadi.

Kolaborasi dan Jaminan Keamanan Data

Faizal Djoemadi menyatakan Aplikasi PeduliLindungi sudah mengguanakan seluruh teknologi telepon pintar mulai dari GPS, bluetooth dan QR Code.

“Aplikasi ini bisa dikembangkan untuk manfaat yang lebih besar. Dan kami sebagai developer membuka kesempatan kepada para start up atau pemilik aplikasi lain yang lain” jelasnya menegaskan kesediaan untuk kolaborasi dengan anak negeri.

Tak hanya pengembang aplikasi, Faizal juga membuka peluang bagi peneliti di Indonesia untuk mengembangkan fitur lain. “Sehingga dapat memperkaya Aplikasi PeduliLindungi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen PPI Ahmad M. Ramli menyatakan saat ini Kementerian Kominfo telah memperbarui payung hukum untuk menjaga kepastian perlindungan terhadap data masyarakat.

“Aplikasi PeduliLindungi ini tidak hanya dimanfaatkan ketika kita pandemi tapi ketika kita memasuki normal kita juga memanfaatkan ini oleh karena itu diperlukan adanya perubahan Keputusan Menteri Nomor 171 Tahun 2020 itu telah diubah dan ditandatangani Pak Menteri Kominfo,” ungkap Dirjen PPI.

Perubahan yang terjadi pada versi ke lima Aplikasi PeduliLindungi itu, menurut Dirjen Ramli antara lain memasukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai institusi yang melakukan asesmen terhadap semua fitur.

“Setiap versi yang akan di-launching selalu dilakukan asesmen terlebih dulu oleh BSSN untuk menjamin keamanannya. Demikian juga dengan perlindungan data pribadi kami tegaskan lebih detail di keputusan menteri yang baru ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dirjen PPI mengharapkan masyarakat tidak perlu ragu untuk menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. “Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk meng-install ini dan masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk kepentingan transportasi, pemesanan tiket pesawat udara dan lain-lain. Karena di sana juga akan ada fitur sertifikat terkait dengan swab test,” paparnya.

PANGKEP TV, Pangkajene - Jumlah tambahan kasus positifi Covid-19 di Kabupaten Pangkep dalam sepekan sebanyak lima orang.

Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep dr Annas Ahmad, mengatakan jumlah positif di Pangkep bertambah menjadi 34 orang.

“Iya, ada tambahan pasien ke 34,” kata Annas. Minggu 14 Juni 2020.

Tambahan pasien ke 34 tersebut menurut Annas, keluarga dari pasien positif ke 33.

“Pasien sudah diantar ke hotel Swissbell Makassar,” ujarnya.

Annas menambahkan, pasien ke 34 ini merupakan laki-laki berusia 46 tahun.

“Asalnya Tekolabbua Kecamatan Pangkajene,” katanya.

Tambahan tiga kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pangkep Jumat 12 Juni 2020 kemarin, ketiga pasien positif tersebut merupakan hasil pemeriksaan PCR swab tenggorokan.

“Tambahan tiga kasus baru Covid-19 untuk Pangkep berdasarkan pemeriksaan PCR Swab tenggorokan. Perempuan (61) alamat jalan Penghibur, Kelurahan Mappasaile, Laki-laki (3) alamat jalan Penghibur, Mappasaile, Laki-laki (56) alamat jalan Andi Mauraga, Pangkajene,” katanya, Jumat 12 Juni 2020.

Sementara Sabtu 13 Juni 2020 kemarin, satu tambahan positif menambah total kasus di Pangkep sebanyak 33 orang.

Data posko tim penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep, mencatat jumlah positif Covid-19 sebanyak 34.

Sebanyak 17 orang dinyatakan sembuh, 10 orang isolasi mandiri, enam orang dirawat dan satu orang meninggal dunia.

 

sumber: pangkep.terkini.id

 

 

 

 

Page 1 of 4

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id