Penjelasan :

Telah beredar sebuah video berdurasi 2.04 Menit pada platform media sosial, video tersebut menampilkan cuplikan video penjelasan Ketua Tim Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir terkait barcode pada vaksin COVID-19. Terdapat juga cuplikan video lain yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 yang menjadi program Pemerintah Indonesia saat ini memiliki komponen manajemen sistem yang bisa melacak lokasi keberadaan setiap orang yang telah disuntikan vaksin COVID-19.

Faktanya, klaim narasi pada video tersebut yang menyebutkan bahwa orang yang telah disuntik vaksin COVID-19 dapat dilacak keberadaannya adalah tidak benar.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyatakan bahwa informasi vaksin COVID-19 mengandung chip atau komponen yang mampu mendeteksi keberadaan orang setelah disuntikkan adalah berita bohong alias Hoaks.

Barcode yang ada di produk vaksin COVID-19 merupakan kode untuk pelacakan distribusi produk vaksin dan tidak menempel di dalam orang yang menerima suntik vaksin tersebut.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link counter:

Klarifikasi langsung Dedy Permadi, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika

https://www.kominfo.go.id/content/detail/31289/disinformasi-vaksin-covid-19-ditanami-barcode-yang-akan-masuk-pada-tubuh-manusia/0/laporan_isu_hoaks

 

Sumber: Infopublik.id

PANGKEP TV - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan layanan registrasi bagi penerima vaksinasi COVID-19 melalui Chatboat whatsapp (WA) di nomor 081110500567. Layanan ini untuk mempermudah penerima vaksinasi COVID-19 melakukan registrasi di mana pun.

Sementara ini registrasi melalui WA tersebut hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes). Setelah terverifikasi, nakes dapat mendaftarkan diri untuk membuat janji di fasilitas kesehatan sekitar dan mendapatkan konfirmasi terkait waktu dan tempat pelaksaan vaksin.

Jika nakes tidak terdaftar, proses registrasi juga dapat dilakukan melalui chatbot. Vice President Kebijakan dan Komunikasi WhatsApp, Victoria Grand menyampaikan bahwa Kolaborasi WhatssApp dengan pemerintah Indonesia terkait Vaksinasi COVID-19 menjadi yang pertama kalinya di dunia.

“Chatboat WhatsApp digunakan untuk mempermudah proses bagi para tenaga Kesehatan untuk mendapatkan vaksin di Indonesia. Tentunya dengan dibarengi dengan privasi tinggi terhadap data,” kata Victoria seperti yang dilansir InfoPublik Sabtu (16/1/2021).

Lanjutnya, ia berharap tim medis yang telah dengan sangat berani berada di garda terdepan selama hampir satu tahun, akan mendapat proses yang aman dan mudah dalam mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin.

Penerima vaksinasi COVID-19 bisa langsung mengirimkan pesan ke nomor WA itu dengan mengetik kata kunci ‘Vaksin’, setelah itu akan ada konfirmasi bahwa penerima vaksinasi adalah nakes. Kemudian, nakes diminta mengirimkan enam angka terakhir Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Enam angka ini untuk mendaftar dan akan menerima konfirmasi lokasi vaksinasi. Langkah selanjutnya akan dilakukan konfirmasi mengenai kondisi Kesehatan untuk memastikan bahwa peserta akan dapat menerima vaksin.

Berikutnya Chatboat akan membagikan jadwal vaksin untuk dikonfirmasi. Setelah itu tiket QR code akan dibagikan Bersama dengan video bagaimana cara kerja vaksin. Para nakes juga dapat mengecek nama mereka di situs pedulilindungi.id.

Jika belum terdaftar, sasaran diminta segera mengajukan program vaksinasi dengan mengirimkan data diri ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. Selain melalui WA, Kemenkes juga menyediakan channel registrasi vaksinasi COVID melalui SMS Blast PEDULICOVID.

Kemudian website pedulilindungi.id, melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., call/UMB *119# dan Hotline Vaksinasi COVID-19 119 Ext 9. Mengingat pentingnya program vaksinasi, pemerintah berharap masyarakat mendukung dan berpartisipasi aktif mengikuti setiap tahapan pelaksanaannya.

Pemerintah juga menjamin keamanan data penerima vaksinasi COVID-19 sesuai peraturan perundang-undangan.

 

Sumber: Infopublik.id

Penjelasan :

Beredar sebuah pesan di media sosial Facebook yang menyebut vaksin yang digunakan Presiden Jokowi bukan Sinovac asli karena vaksin harus dimasukkan ke dalam alat suntik.

Unggahan yang menyebut vaksin yang dipergunakan Presiden Jokowi bukanlah Sinovac asli karena Sinovac yang asli jarum dan vaksin seharusnya jadi satu, adalah tidak benar. Faktanya menurut PT Bio Farma Bambang Herianto bahwa informasi tersebut salah. Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa vaksin yang dikemas menggunakan prefilled syringe (vaksin dan alat suntik dikemas dalam satu wadah dosis tunggal) adalah vaksin yang digunakan dalam uji klinis.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link counter:

https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/14/122100065/hoaks-vaksin-yang-dipakai-jokowi-disebut-tidak-asli-karena-harus?page=2 

 

Sumber: Infopublik.id

PANGKEP TV, Pangkep - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menjadi salah satu penerima pertama vaksinasi Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta, Rabu (12/1/2021) kemarin. Idham mengaku setelah divaksin tidak ada efek samping. Kondisi tubuhnya sehat dan baik-baik saja. “Saya fine fine saja,” ujar Idham saat dikonformasi, Kamis (13/1/2021).

Jenderal bintang empat itu bercerita bagaimana pengalamannya saat disuntik vaksin. Saat disuntik kata dia tidak merasakan sakit sama sekali. “Tau-tau sudah selesai,” ungkapnya.

Diketahui, Idham merupakan orang pertama di Korps Bhayangkara yang menerima suntikan vaksin Covid-19 perdana bersama Presiden Jokowi.

Mantan Kabareskrim Polri itu berharap kepada masyarakat termasuk anggotanya tidak ragu-ragu terhadap proses vaksin Covid-19 tersebut. “Saya adalah orang pertama di Polri untuk melaksanakan vaksin,” kata Idham di Istana Negara.

Menurut Idham, pelaksaan vaksinasi perdana ini juga membawa pesan bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Bahwa kita semua harus melaksanakan vaksinasi agar kita secepatnya keluar dari situasi pandemi corona yang sedang melanda,” tandasnya.

Sumber: Infopresiden.com

Penjelasan :

Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa tangkapan layar yang berisi klaim bahwa para ulama Aceh mengharamkan Vaksin COVID-19. Unggahan tangkapan layar tersebut disertai narasi "Kalau masih berani paksin aku rampas suntik yg paksin, ku tusuk dia pake suntik itu sampe tembus ke tulang nya, ini sepakat rakyat aceh".

Faktanya, berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim yang menyebut bahwa ulama Aceh mengharamkan Vaksin COVID-19 adalah tidak benar. Ulama Aceh melalui MPU Aceh justru meminta masyarakat tidak meragukan Vaksin COVID-19 karena MUI sudah menyatakan vaksin yang diproduksi Sinovac tersebut halal dan tidak ada unsur najis mughallazah.

Dikutip dari laman News.detik.com, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku Faisal Ali mengatakan, MUI telah melakukan audit ke China dan Bio Farma sebelum mengeluarkan fatwa tentang Vaksin COVID-19. Vaksin tersebut dinyatakan tidak tersentuh najis mughallazah, yakni anjing, babi, dan unsur manusia.

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4455775/cek-fakta-tidak-benar-ulama-aceh-haramkan-vaksin-covid-19 

https://news.detik.com/berita/d-5330901/mui-nyatakan-vaksin-corona-sinovac-halal-ulama-aceh-minta-warga-tak-ragu\ 

 

Sumber: Kominfo.go.id

PANGKEP TV, Jakarta - Pemerintah memulai program vaksinasi nasional Covid-19 secara gratis hari ini, Rabu (13/01/2021), sebagai upaya untuk keluar dari pandemi yang tengah melanda. Sebagai penerima vaksin pertama adalah Presiden RI Joko Widodo.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan vaksinasi adalah upaya untuk melindungi diri sendiri sekaligus seluruh umat manusia di dunia.

“Pesan saya hanya satu kepada teman-teman saya rakyat Indonesia, bahwa vaksin ini adalah alat yang bisa dipakai untuk melindungi diri kita. Tetapi yang lebih penting, vaksin ini juga digunakan untuk melindungi keluarga kita, melindungi tetangga-tetangga kita, melindungi rakyat Indonesia, melindungi peradaban umat manusia di seluruh dunia,” ujarnya di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/01/2021).

Melalui vaksinasi, ungkap Menkes, diharapkan segera tercapai kekebalan komunitas atau herd immunity. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan vaksinasi kepada 70 persen dari populasi masyarakat.

Menteri Budi Gunadi berharap dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia terhadap program ini.

“Partisipasi dari teman-teman dari seluruh rakyat Indonesia akan sangat menentukan keberhasilan program ini. Semoga teman-teman saya seluruh rakyat Indonesia bisa memulai program vaksinasi ini, mendukung program vaksinasi ini untuk membangun Indonesia dan dunia yang lebih sehat dan bebas dari pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Page 1 of 3

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id