PANGKEP TV, Pangkajene - Sebanyak 1.000 paket sembako dibagikan oleh pemerintah kelurahan Mappassaile.

Lurah Mappassaile, Wahid Perdana Putra mengatakan, bantuan sembako ini dibagikan kepada warga yang terdampak Covid-19, Kamis, 9 Juli 2020.

Lanjutnya, penerima bantuan ini adalah warga yang tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah.
Pihaknya pun telah melakukan pendataan selama sebulan.

"Yang menerima bantuan ini, adalah mereka yang tidak pernah mendapat bantuan seperti PKH, BLT dan BST,"ujarnya.

Lanjutnya, untuk sembako ini bersumber dari dana kelurahan yang nilainya Rp100 juta.

Penyerahan bantuan sembako dilaksanakan selama dua hari, kamis dan jumat.

"Untuk hari ini, RW 1 sampai RW 4. Untuk besok RW 5 sampai RW 8,"tambahnya.

Penyerahan bantuan dihadiri oleh Camat Pangkajene Khairul Azwar. Ia mengapresiasi pemerintah kelurahan Mappassaile yang membagikan sembako kepada warga.

Pangkep TV, Minasate'ne -- Ramadan berbagi. Baznas Kabupaten Pangkep kembali menyalurkan puluhan paket sembako untuk masyarakat kurang mampu di Kecamatan Minasatene.

Komisioner Baznas Pangkep, Muh Arif Arfah menjelaskan bantuan itu diberikan untuk masyarakat kurang mampu yang ada di Kelurahan Minasatene dan Desa Kabba, Rabu (29/4/2020)

"Bantuan yang kita salurkan ini, harapannya agar membantu mengurangi beban masyarakat miskin yang terdampak Covid-19. Dimana, yang disalurkan bantuan berupa sembako, itu berasal dari orang mampu mengeluarkan zakatnya untuk dibagikan kepada keluarga miskin," jelasnya.

Salah seorang penerima bantuan, Beddu Dolo di Kampung Kabba mengaku sangat bersyukur atas perhatian Baznas Pangkep.

"Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sudah terputus mata pencaharian. Apalagi kondisi saat ini yang semakin sulit," ungkapnya. (ptv)

Pangkep TV, Jakarta -- Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya untuk melakukan perhitungan cermat dalam rangka memenuhi ketersediaan bahan pokok setiap daerah di tengah pandemi Covid-19 dan ibadah puasa Ramadan. Selain itu, diperlukan manajemen distribusi pasokan dan pengelolaan beras serta antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kemarau panjang pada tahun ini.

Demikian disampaikan oleh Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai tindak lanjut antisipasi kebutuhan bahan pokok yang digelar melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 28 April 2020.

"Saya ingin agar dilakukan hitungan yang cepat terhadap kebutuhan bahan pokok setiap daerah, setiap provinsi, agar dihitung mana provinsi yang surplus, mana provinsi yang defisit, dan berapa produksinya. Semuanya harus kita hitung," ujarnya.

Laporan terbaru yang diterima oleh Presiden menyebut bahwa sejumlah komoditas diprediksi masih mengalami defisit di sejumlah provinsi. Di antaranya beras yang diperkirakan defisit di 7 provinsi, jagung di 11 provinsi, bawang merah di 1 provinsi, dan telur ayam di 22 provinsi.

"Stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi, tetapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok bawang putih diperkirakan defisit di 31 provinsi," imbuhnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, distribusi pasokan bahan pokok antarwilayah merupakan salah satu hal krusial yang harus diperhatikan. Dengan manajemen distribusi yang baik dan tidak terganggu, daerah-daerah yang memiliki surplus terhadap komoditas tertentu dapat mendistribusikan komoditas tersebut ke daerah-daerah sekitar yang membutuhkannya.

"Saya akan cek terus ini karena dengan penerapan PSBB dari beberapa provinsi, beberapa kabupaten/kota, memang saya mendengar ada satu atau dua yang sudah mulai terganggu," kata Presiden.

Sementara itu, Kepala Negara berpendapat bahwa manajemen pengelolaan beras yang baik menjadi kunci penting dalam mengantisipasi potensi kelangkaan pangan yang dilaporkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB. Maka itu Presiden sekali lagi meminta jajarannya untuk turut memperhitungkan ketersediaan stok beras termasuk stok yang ada di masyarakat, penggilingan, gudang, dan Bulog.

"Kita berharap puncak panen raya di bulan April ini produksi beras kita, kemarin saya mendapat laporan, bisa mencapai 5,62 juta ton. Ini sangat bagus dan saya juga minta Bulog untuk tetap membeli gabah petani dengan insentif harga yang layak, dengan fleksibilitas yang memadai," tuturnya.

"Juga tolong dikalkulasi kemungkinan terjadi kemarau panjang di 2020 ini. Walaupun prediksi BMKG tidak ada cuaca yang ekstrem, namun tetap harus diwaspadai terutama yang berkaitan dengan ketersediaan beras nasional kita," imbuh Presiden.

Terakhir, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar aktivitas produksi komoditas pangan dapat tetap berjalan normal di tengah kebijakan tanggap darurat dan pembatasan sosial berskala besar di sejumlah daerah.

"Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik. Program stimulus ekonomi juga harus bisa menjangkau yang berkaitan dengan produksi beras kita yang artinya turut menjangkau petani kita," tandasnya. (ptv)

 

Sumber Berita

Pangkep TV, Mandalle - Kepala dinas sosial Pangkep, Najemiah menyalurkan bantuan sembako bantuan dari pemerintah provinsi Sulsel.

Bantuan sembako disalurkan kepada warga yang terdampak Covid-19.

"Kami penyaluran bantuan penanganan covid 19 dinas sosial propinsi sulsel, di desa manggalung
yang sebelumnya ada warganya positif covid-19,"ujarnya.

Lanjutnya, bantuan yang disalurkan sebanyak 50 paket. Terdiri dari Yg terdiri dari delapan item.
Beras 10 kg, mie instan  satu dos, telur satu rak, gula pasir dua kg, minyak goreng dua liter, kan kaleng, terigu dua kg dan teh.

Selain desa Manggalung, bantuan serupa juga disalurkan di desa Taraweang.

Penyaluran bantuan disaksikan langsung oleh ketua DPRD Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau.

"Kehadiran kami untuk memastikan, bahwa yang mendapat bantuan adalah warga yang memang berhak,"katanya.(ptv)

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id