Penjelasan :

Beredar sebuah video di kanal Youtube dengan judul "HEBOHH! KOMNAS HAM DIBUBARRKAN, RAHASIA TERSEMBUNYI ?!". Dalam videonya, pembubaran Komnas HAM disebabkan oleh hasil investigasi kematian enam anggota Front Pembela Islam (FPI) saat bentrok dengan polisi di tol Jakarta-Cikampek.

Dilansir dari Medcom.id, klaim Komnas HAM dibubarkan adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid dari media arus utama terkait hal ini. Dalam video tersebut, tidak ada narasi atau pernyataan resmi terkait pembubaran Komnas HAM. Video hanya menjelaskan narasi hasil investigasi Komnas HAM yang dianggap tidak profesional dan transparan.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link counter:

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/VNnl72Xk-cek-fakta-komnas-ham-dibubarkan-ini-faktanya 

 

Sumber: Disinformasi

Penjelasan :

Telah beredar di media sosial YouTube sebuah unggahan video yang menyatakan bahwa Kepala BPOM ditekan dan diancam untuk mengeluarkan izin Vaksin Sinovac. Video tersebut memperlihatkan pernyataan dari anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi PKS, H. Ansori Siregar yang terlihat sedang memarahi Kepala BPOM. Dalam pernyataannya, Kepala BPOM dituduh bahwa adanya tekanan dan ancaman dari Pemerintahan mengenai izin darurat Vaksin Sinovac.

Faktanya, dilansir dari Detik.com, Kepala BPOM Penny K. Lukito menegaskan bahwa isu terkait adanya penekanan terhadap BPOM untuk mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) Vaksin Sinovac lebih cepat tidaklah benar.

Penny menjelaskan ada beberapa data yang harus dikumpulkan untuk dapat menerbitkan EUA. Pertama data uji klinis fase 1 dan 2 dalam pemantauan yang full enam bulan untuk menunjukkan keamanan dan imunogenitas vaksin.

Ini untuk melengkapi, karena kita akan menerbitkan use authorization dengan data uji klinis fase III. "Dengan analis pemantauan tiga bulan untuk menunjukkan keamanan, imunogenitas plus efikasi vaksin. Di mana standarnya dibolehkan minimal 50%,” paparnya.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link counter:

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5337050/bpom-buka-bukaan-soal-izin-darurat-hingga-efikasi-vaksin-sinovac?single=1

 

https://www.tagar.id/alasan-bpom-keluarkan-izin-darurat-vaksin-sinovac/?c=

 

sumber: Infopublik.id

 

Penjelasan :

Telah beredar sebuah video berdurasi 2.04 Menit pada platform media sosial, video tersebut menampilkan cuplikan video penjelasan Ketua Tim Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir terkait barcode pada vaksin COVID-19. Terdapat juga cuplikan video lain yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 yang menjadi program Pemerintah Indonesia saat ini memiliki komponen manajemen sistem yang bisa melacak lokasi keberadaan setiap orang yang telah disuntikan vaksin COVID-19.

Faktanya, klaim narasi pada video tersebut yang menyebutkan bahwa orang yang telah disuntik vaksin COVID-19 dapat dilacak keberadaannya adalah tidak benar.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyatakan bahwa informasi vaksin COVID-19 mengandung chip atau komponen yang mampu mendeteksi keberadaan orang setelah disuntikkan adalah berita bohong alias Hoaks.

Barcode yang ada di produk vaksin COVID-19 merupakan kode untuk pelacakan distribusi produk vaksin dan tidak menempel di dalam orang yang menerima suntik vaksin tersebut.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link counter:

Klarifikasi langsung Dedy Permadi, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika

https://www.kominfo.go.id/content/detail/31289/disinformasi-vaksin-covid-19-ditanami-barcode-yang-akan-masuk-pada-tubuh-manusia/0/laporan_isu_hoaks

 

Sumber: Infopublik.id

Penjelasan :

Beredar di media sosial Facebook, sebuah video berdurasi 2 menit 47 detik dari sebuah stasiun televisi yang mengklaim bahwa asap batok kelapa yang sudah dikondensasi bisa menyembuhkan pasien COVID-19.

Faktanya, dilansir dari Liputan6.com, dr Samuel P.K. Sembiring menjelaskan bahwa klaim dalam video tersebut tidak benar. Dr. Samuel mengingatkan bahwa satu-satunya pengobatan terbaik adalah dengan mencegahnya, karena sampai saat ini obat COVID-19 masih belum ditemukan.

Dikutip dari laman Covid-19.go.id, terdapat penjelasan bahwa “Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan Virus Corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.”

KATEGORI: DISINFORMASI

Link counter:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4454097/cek-fakta-tidak-benar-asap-batok-kelapa-merupakan-obat-covid-19 

https://covid19.go.id/tanya-jawab?search=Adakah%20obat%20khusus%20untuk%20mencegah%20atau%20mengobati%20virus%20corona%2 

 

Sumber: Infopublik.id

Penjelasan :

Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa tangkapan layar yang berisi klaim bahwa para ulama Aceh mengharamkan Vaksin COVID-19. Unggahan tangkapan layar tersebut disertai narasi "Kalau masih berani paksin aku rampas suntik yg paksin, ku tusuk dia pake suntik itu sampe tembus ke tulang nya, ini sepakat rakyat aceh".

Faktanya, berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim yang menyebut bahwa ulama Aceh mengharamkan Vaksin COVID-19 adalah tidak benar. Ulama Aceh melalui MPU Aceh justru meminta masyarakat tidak meragukan Vaksin COVID-19 karena MUI sudah menyatakan vaksin yang diproduksi Sinovac tersebut halal dan tidak ada unsur najis mughallazah.

Dikutip dari laman News.detik.com, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku Faisal Ali mengatakan, MUI telah melakukan audit ke China dan Bio Farma sebelum mengeluarkan fatwa tentang Vaksin COVID-19. Vaksin tersebut dinyatakan tidak tersentuh najis mughallazah, yakni anjing, babi, dan unsur manusia.

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4455775/cek-fakta-tidak-benar-ulama-aceh-haramkan-vaksin-covid-19 

https://news.detik.com/berita/d-5330901/mui-nyatakan-vaksin-corona-sinovac-halal-ulama-aceh-minta-warga-tak-ragu\ 

 

Sumber: Kominfo.go.id

Penjelasan :

Beredar sebuah postingan pada media sosial Facebook mengenai adanya verifikasi ulang bagi penerima bantuan dari Pemerintah. Postingan tersebut terdapat narasi "Semua penerima bantuan pemerintah saat pandemi perlu dilakukan VERIFIKASI ULANG MENYELURUH."

Dilansir dari Merdeka.com, informasi yang beredar tersebut tidak berdasar. Tidak ditemukan informasi dari media arus utama mengenai hal itu. Adapun cara mendapat bantuan pemerintah seperti dijelaskan dalam artikel detik.com berjudul "Mau Dapat Bansos Tunai Rp300 Ribu/Bulan? Cek Caranya di Sini” yang dipublikasikan pada 9 Januari 2021.

Pemerintah menyalurkan bantuan tunai sosial (bansos) tunai atau (BST) sebesar Rp300 ribu per bulan. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat di luar penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) dan kartu sembako. Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan bantuan diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan pokok.

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-tidak-benar-ada-verifikasi-ulang-bagi-penerima-bantuan-pemerintah.html

 

Sumber: Kominfo.go.id

Page 1 of 4

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id