Pangkep TV, Penjelasan :

Beredar informasi melalui pesan Whatsapp yang berisi draf atau konsep harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berlogo Pertamina. Dalam dokumen tersebut tertulis, harga produk BBM dari jenis bensin dan solar mengalami penurunan. Seperti premium, pertamax, pertalite, hingga pertamina dex.

Faktanya, dikutip dari laman Gatra.com, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan bahwa dokumen yang memuat penyesuaian harga BBM baru tersebut adalah dokumen palsu. Nicke mengatakan, dirinya sudah melakukan pengecekan ke Direktur Pemasaran Retail untuk memastikan dokumen yang beredar. “Saya sudah check ke Direktur Pemasaran Retail, itu dokumen palsu, bukan dari Pertamina,” katanya (30/4/2020).

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

https://www.gatra.com/detail/news/477474/ekonomi/beredar-draf-harga-bbm-baru-dirut-pertamina-dokumen-palsu

https://www.kominfo.go.id/content/detail/26211/hoaks-draf-harga-bbm-baru-berlogo-pertamina/0/laporan_isu_hoaks

 

Sumber berita:  http://infopublik.id/kategori/cek-fakta/453457/hoaks-daftar-harga-baru-bbm-pertamina 

Pangkep TV, Penjelasan :

Telah beredar pesan berantai di WhatsApp, berisi informasi yang menyebutkan bahwa terdapat seorang santri yang beralamat di depan Trias Muda Jalan Manurunge Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang positif mengidap Virus Corona. Pesan tersebut disertakan dengan sebuah foto yang terlihat seorang santri bersama petugas dengan perlengkapan APD. 

Faktanya, informasi dalam pesan tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari Bone.go.id, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone, Dr.Yusuf menyatakan bahwa Informasi tersebut tidak benar. Beliau mengatakan bahwa Santri tersebut sudah menjalani Rapid Test dan hasilnya negatif dari Virus Corona.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter:

https://bone.go.id/2020/04/30/hoaks-santri-di-jalan-manurunge-watampone-positif-corona/

 

Sumber berita: https://www.kominfo.go.id/content/detail/26223/disinformasi-santri-di-jalan-manurunge-watampone-kabupaten-bone-positif-corona/0/laporan_isu_hoaks

Pangkep TV, Penjelasan :

Beredar narasi di media sosial Facebook yang mengklaim Virus Corona merupakan ciptaan Front Pembela Islam (FPI) bersaudara. Narasi tersebut tersebar bersamaan dengan unggahan video ceramah berdurasi 2 menit 34 detik terkait larangan pulang ke Indonesia terhadap petinggi FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS). Penceramah dalam video itu menilai Virus Corona yang menyebar di Indonesia merupakan dampak dari dilarang pulangnya HRS ke Indonesia.

Faktanya, dikutip dari Medcom.id, klaim bahwa Virus Corona atau Covid-19 merupakan ciptaan FPI adalah salah. Para peneliti dari Tulane University, Amerika Serikat menyebut Covid-19 bukan ciptaan manusia. Para peneliti menyimpulkan bahwa Covid-19 bukanlah ciptaan manusia karena bukan bagian backbone (rangkaian DNA) virus yang telah digunakan sebelumnya dalam rekayasa. Sementara itu, klaim bahwa Covid-19 masuk ke Indonesia dikaitkan dengan pelarangan Habib Rizieq pulang ke Indonesia juga tidak berdasar.

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/JKRG3xwN-Virus-korona-atau-Covid-19-ciptaan-fpi-bersaudara-ini-faktanya

https://mediaindonesia.com/read/detail/299891-isu-Covid-19-hasil-konspirasi-penelitian-ini-beri-jawabannya

 

Sumber berita :  http://infopublik.id/kategori/cek-fakta/453359/hoaks-virus-corona-ciptaan-fpi-bersaudara

Pangkep TV, Jakarta – BNPB menyebut berita terkait permohonan bantuan kaos layak pakai dan bersih yang diminta petugas penanganan COVID – 19 sebagai hoaks. Pesan tersebut telah viral melalui media sosial dan pesan digital.

 Pesan tersebut berbunyi Apabila bro & sis berkenan memberikan donasi bisa menghubungi saya japri dan follow guide line di bawah ini: 1. Kaos oblong(tshirt) bekas/layak pakai, 2. Dalam keadaan bersih sdh di cuci, 3. Di kemas & masukkan kedalam plastik… . BNPB telah merespon pesan tersebut dan memastikan pesan tersebut hoaks.

Berdasarkan pantauan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika per 28 April 2020, total isu hoaks terkait COVID – 19 berjumlah 607. Sedangkan pantauan pada 18 April 2020 lalu, 554 isu hoaks tersebar di 1.209 platform digital, baik facebook, Instagram twitter maupun youtube.

Sehubungan dengan konten informasi atau berita yang beredar luas, masyarakat diimbau untuk bijak dalam meneruskannya kepada orang lain. Pengecekan ulang konten sangat direkomendasikan untuk menilai kebenaran informasi.

 

Agus Wibowo

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB

 

sumber berita : https://bnpb.go.id/berita/hoaks-permintaan-petugas-penanganan-covid-19-butuh-kaos-layak-pakai-dan-bersih

Pangkep TV, Penjelasan :

Beredar informasi terkait penawaran pengajuan mengurus kelonggaran cicilan pinjaman ke perusahaan pembiayaan/leasing mengatasnamakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam informasi yang beredar juga disertakan nomor telepon orang yang disebut dapat membantu pengurusan tersebut.

Faktanya melalui akun Twitter resminya, OJK minta masyarakat waspada terhadap modus penipuan yang menawarkan pengurusan kelonggaran pinjaman dengan mengatasnamakan OJK atau pihak lain. OJK menjelaskan bahwa pengajuan kelonggaran pinjaman diajukan langsung ke bank atau perusahaan pembiayaan/leasing tempat meminjam melalui telepon, email, WhatsApp atau sarana komunikasi digital resmi lain, tanpa perlu datang langsung ke kantornya. Beberapa pengumuman bank atau perusahaan pembiayaan/leasing yang memberikan keringanan dapat dilihat melalui website atau media sosial resmi OJK. 

KATEGORI: HOAKS

Link counter:

https://twitter.com/ojkindonesia/status/1255091076450287617?s=19

 

sumber berita

 

Pangkep TV, Narasi:

”Resmi dinyatakan oleh WHO bahwa covid-19 tidak lagi hanya ditularkan lewat droplet atau titik air berisi vorus dari batuk dan bersin, tetapi sekarang virus tersebut dari hasil penelitian bisa bertahan di udara, melayang-layang sampai 8 jam sesudah keluar dari tubuh penderita saat bersin atau batuk, tidak lagi butuh medium cairan untuk bertahan.

Di ruangan tertutup, lebih lama lagi dia bertahan dan lebih cepat medarat ditubuh orang yang belum kena karena udara yang berputar disitu-situ saja.

Maka, Bapak dan Ibu tolong kita ikuti protokol yang semakin ketat ini yaitu bahwa kalau kita keluar, biarpun tidak ke kerumunan massa, WAJIB pakai masker untuk saling melindungi satu sama lain karena menurut WHO ada satu golongan baru dalam proses penularan wabah ini yaitu OTG (orang tanpa gejala): suhu tubuh normal, tidak batu tapi sudah membawa virus karena daya tahan tubuhnya cukup kuat.

Siapa di antara kita yang sempat berpergian ke wilayah zona merah atau wilayah yang sudah ada warganya positif Covid-19, bisa jasi sudah menjadi OTG.

Maka kita lindungi orang lain dari virus yang kita bawa itu.

Semoga tidak ada satupun dari kita kena, sampai wabah ini tuntas diselesaikan, dengan mengikuti aturan atau protocol yang mungkin akan semakin ketat.

Terima kasih,

Jubir Pemerintah:

Sesuai rekomendasi WHO, mulai hari ini semua gunakan masker.”

=====

Penjelasan:

Beredar sebuah pesan melalui WhatsApp, yang menjelaskan jika WHO mengeluarkan pernyataan baru mengenai virus Corona yang dapat ditularkan melalui udara.

Setelah melakukan penelusuran, informasi tersebut tidak benar. WHO belum pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan jika virus Corona dapat ditularkan melalui udara. Selain itu WHO juga sempat menuliskan dalam akun instagramnya,  jika virus Corona hanya dapat ditularkan melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi virus Corona batuk dan bersin.

“virus Corona dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit virus Corona batuk atau napas (bersin). Droplet ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan di sekitarnya. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung, atau mulutnya dapat terjangkit virus Corona. Penularan virus Corona juga dapat terjadi jika orang menghirup droplet yang keluar dari batuk atau napas (bersin) orang yang terjangkit virus Corona. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran virus Corona dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru,” dikutip dari Tempo.co.

Selain itu pada artikel pendukung yang berasal dari Kompas.com tersebut tidak ditemukan keterangan dari juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, bahwa WHO menyatakan jika penularan virus Corona tidak lagi hanya melalui droplet tapi juga udara.

Dalam artikel tersebut Achmad Yurianto, hanya meminta seluruh masyarakat untuk menggunakan masker per Minggu (5/4/2020) hari ini. Sesuai dengan rekomendasi dari WHO dalam mencegar penyebaran virus Corona.

WHO tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan jika virus Corona bisa bertahan dan melayang-layang di udara selama 8 jam atau pun bertahan lebih lama di ruangan tertutup serta lebih cepat mendarat di tubuh seseorang yang belum terkena virus Corona karena udara berputar di situ-situ saja.

Hingga artikel ini diterbitkan, dalam situs resminya WHO menyebut bahwa virus Corona umumnya hanya menular melalui kontak dengan droplet dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi, bukan melalui udara.

Berdasarkan penjelasan mengenai penrnyataan WHO di atas, maka artikel tersebut masuk ke dalam Konten Yang Menyesatkan. (ptv)

Page 3 of 4

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id