PANGKEP TV, Pangkep - Politeknik Negeri Pertanian Pangkep bekerjasama dengan Politeknik Negeri Samarinda melepas rombongan “Politani Pranata Lab Peduli” untuk misi kemanusiaan korban gempa Sulawesi Barat. Rombongan tim Peduli ini dilepas Direktur Politeknik Pertanian Pangkep,  Darmawan,  di halaman Rektorat Kampus Politani Pangkep, Jumat, 22 Januari 2021.

Politani Peduli ini direncanakan akan menyasar mahasiswa dan keluarga yang terdampak korban gempa sejak Jumat pekan lalu. Selain mahasiswa dan keluarga dari kampus ini, tim ini juga akan melakukan door to door di wilayah pesisir pantai Mamuju untuk membantu korban asal daerah Kabupaten Pangkep serta warga setempat. “Kami prioritaskan dulu warga kampus dan keluarganya. Selanjutnya menyisir warga Pangkep untuk menyerahkan kebutuhan bantuan yang sudah disiapkan,” ujar Darmawan didampingi Ketua Pranata Lab Pendidikan Politani Pangkep, Sumarlin, dilansir dari tajuk.co.id, Sabtu, 23 Januari 2021.

Aksi Politani Pranata Lab Peduli ini menyiapkan kebutuhan paket sembako dan kebutuhan lainnya untuk diserahkan langsung kepada keluarga korban. Baik berupa mi instant, minyak kelapa, susu, serta makanan pokok lainnya. “Setelah kita inventarisasi tidak sedikit warga Politani, baik mahasiswa, alumni, maupun keluarga ikut terdampak dari gempa berskala 6,2 magnitude ini,” ujar pria kelahiran Wajo, 2 Februari 1967 itu.

Peduli yang sama juga disalurkan Politeknik Pertanian Samarinda. Pimpinan di kampus itu memberikan amanah kepada tim Politani untuk menyalurkan kepada korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. “Ya. Kami siap menerima untuk kemaslahatan orang banyak,” tutur Darmawan.

Lulusan Doktor Pertanian Unhas ini melepas satu minibus milik Politani dengan tim Pranata Lab. Tim ini diakui sebagai eksekutor di setiap aksi kemanusiaan. Selain bisa diandalkan, kru yang ada di Pranata Lab juga masih terbilang muda. “Semoga aksi kemanusiaan ini berguna bagi mahasiswa, alumni, keluarga Politani dan masyarakat Pangkep serta warga Mamuju yang terdampak gempa lalu,” harapnya,


Sumber: Tajuk.co.id

PANGKEP TV, Pangkep - Hari pertama tim kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Pangkep, melakukan pemeriksaan kesehatan serta pendistribusian logistiik di desa Sambabo, kecamatan Ulumanda, Majene, Sulawesi Barat.

Disampaikan dr Annas Ahmad yang turut serta dalam tim kemanusiaan Pangkep, di desa Sambabo terdapat pengungsi sebanyak 1.236 jiwa.

“Hari ini, kita mencapai desa Sambabo, Kecamatan Ulumanda. Kita sudah lakukan pemeriksaan kesehatan dan membagikan satu truk sembako dari Pemkab Pangkep,”ujar Annas.

Tim kemanusiaan Pangkep di Mamuju, terdiri dari Damkar, tim kesehatan RSUD Batara Siang, Satpol PP dan BPBD.

Sumber: Tajuk.co.id

PANGKEP TV - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta masyarakat Mamuju tidak mudah terpengaruh dengan kabar bohong atau informasi hoaks yang beredar dan meresahkan terkait peristiwa gempabumi di Sulawesi Barat (Sulbar) 6,2 magnitudo.

Hal itu disampaikan Doni saat melakukan peninjauan lokasi terdampak gempabumi Sulbar bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, di Mamuju, Sulbar, Minggu (17/1/2021).

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Doni.

Sebelumnya beredar isu yang mengharuskan masyarakat untuk keluar dari Mamuju setelah sebelumnya didahului dengan adanya informasi hoaks gempa susulan yang lebih jauh besar dari peristiwa sebelumnya.

Kepala BMKG juga menanggapi bahwa informasi mengenai himbauan pemerintah untuk mengosongkan wilayah Mamuju adalah tidak benar.

Pemerintah tidak pernah meminta masyarakat untuk keluar dari Mamuju. Informasi yang dikeluarkan BMKG adalah himbauan masyarakat untuk menjauhi bangunan yang sudah roboh, sehingga diharapkan informasi itu dapat disikapi dengan baik dan tetap tenang.

“Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu. Yang kami himbau adalah jauhilah bangunan-bangunan yang sudah runtuh,” jelas Dwikorita.

“Jauhilah lereng yang rawan longsor dan cukup jauh dari pantai,” sambungnya.

Sebelumnya BMKG telah merilis informasi mengenai adanya potensi gempa susulan, akan tetapi pihaknya memastikan bahwa kekuatannya tidak akan sebesar gempa kedua atau mainshock seperti yang terjadi pada Jumat (15/1) dini hari.

Lebih lanjut, BMKG meminta agar masyarakat tetap tenang namun waspada guna mengantisipasi adanya potensi gempa susulan tersebut.

“Perlu mewaspadai adanya gempa susulan, tetapi tidak akan sampai sebesar 8,2 magnitudo. Kurang lebih sebesar kemarin (Magnitudo 6,2), itu yang paling besar. Tetapi akan lebih banyak yang lebih rendah dari kemarin,” pungkas Dwikorita.

PANGKEP TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana stimulan bagi warga yang memiliki rumah dan mengalami kerusakan akibat Gempabumi di Sulawesi Barat (Sulbar) Magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) dini hari.

Adapun besaran dana stimulan tersebut masing-masing adalah 50 juta rupiah untuk Rumah Rusak Berat (RB), 25 juta rupiah untuk Rumah Rusak Sedang (RS) dan 10 juta rupiah untuk Rumah Rusak Ringan (RR).

Menurut Kepala BNPB, Doni Monardo, jumlah besaran dana stimulan tersebut merupakan usulan yang diberikan dari Pemerintah Sulbar kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB.

“Ini merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Sulbar kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB,” jelas Doni, Minggu (17/1/2021).

Sebelumnya, Doni telah memastikan bahwa kerusakan rumah warga akibat gempabumi merupakan menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

“Pemerintah pasti akan memberikan perhatian kepada masyarakat yang menjadi korban, termasuk rumah yang rusak nanti menjadi tanggung jawab BNPB bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten,” pungkas Doni.

 

Sumber: Kominfo.go.id

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id