PANGKEP TV, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa kementerian yang dipimpinnya, berkomitmen penuh untuk mendukung langkah-langkah dari kementerian yang terkait dalam penanganan Covid-19. Salah satunya terkait dengan masalah bansos di bawah koordinasi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"Yang utama adalah Dirjen Dukcapil, karena memiliki database (kependudukan), dimana 99 persen warga negara Indonesia itu sudah terekam dalam databse Dukcapil kecuali beberapa daerah di daerah pegunungan di Papua," kata Mendagri dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Database Dukcapil juga, kata Mendagri, dijadikan data untuk menyempurnakan atau memvalidasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bahkan, dimanfaatkan juga untuk memverfikasi data oleh Kemenkes untuk penanganan pasien Covid-19. Juga dipakai Kemenko Perekonomian untuk kartu pra kerja. Banyak daerah juga mengakses dan menggunakan data ini untuk menyalurkan bansos di daerah masing-masing seperti Jabar, Jatim, Jateng dan lain-lain.

"Di samping itu kami juga meminta kepada rekan-rekan kepala daerah untuk melaksanakan validasi data. Ini persoalan, karena data yang ada di tingkat pusat ini berlaku secara bottom up. Jadi data yang berasal dari bawah dari desa/ kelurahan, kemudian naik ke kecamatan, naik ke tingkat kabupaten, kota, provinsi baru nanti naik ke tingkat pusat," papar Mendagri.

Menurut Menteri Tito Karnavian, proses ini tentu membutuhkan koordinasi cepat. "Nah ini masalahnya ada yang cepat, ada juga yang lambat, karena salah satu penyalurannya memang harus cepat dan tepat sasaran. Untuk bisa cepat dan tepat sasaran di bawah juga harus memberikan updating data dan validasi yang cepat dan tepat terkait perima manfaatnya. Ini problem karena menyakut ratusan Pemda menyangkut kecamatan jumlahnya lebih dari 6 ribu, dan menyangkut desa yang lebih dari 70 ribu," urai Mendagri.

Memang kata dia, ini tidak gampang. Tapi semua bekerja keras. Oleh karena itu, peran kepala daerah menjadi sangat penting. Karena kepala daerah memiliki kewenangan diskresi untuk menyinkronkan data-data. Memvalidasi data dengan cepat. Mengirimkan data. Setelah itu menyinkronkan semua skema yang masuk ke daerah masing-masing, baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten, kota dan desa serta kelurahan.

"Kita melihat di sini memang ujian kepemimpinan dari teman-teman kepala daerah di situasi krisis seperti ini. Sehingga saya pribadi selaku Mendagri menyampaikan apresiasi kepada teman-teman kepala daerah yang mampu untuk mengelola tanpa ada gaduh-gaduh dan tepat sasaran. Bisa diatasi, bahkan lubang yang mungkin celah yang sangat mungkin terjadi itu bisa ditutup oleh teman-teman kepala daerah dengan skema yang ada di dalam kewenangannya," tutur Mendagri.

Menteri Tito mengapresiasi upaya Bupati Banyuwangi untuk membuat data-data penting manfaat itu divalidasi dengan cepat setelah itu ditayangkan di papan-papan di kelurahan atau kecamatan. "Saya menyampaikan apresiasi khusus kepada beliau, sehingga dapat kalau ada yang protes segala macam itu semua terjadi di tingkat bawah dengan cepat dan diakomodir. Kalau seandainya ada kepala daerah yang pasif nah ini yang terjadi adalah saling menyalahkan," urai Mendagri.

Mendagri pun menghimbau para kepala daerah agar mampu berkreasi dan berinovasi untuk menjawab kompleksnya permasalahan yang dihadapi. Khususnya dalam penyaluran bansos ini. Namun prinsip adalah transparansi dan kecepatan. Ini yang mesti dilakukan.

"Saya yakin sudah banyak berbuat tapi salah satu contoh yang baik saya kira adalah apa yang dikerjakan di Kabupaten Banyuwangi oleh Bupati Banyuwangi," katanya.


Sumber: Kominfo.go.id

PANGKEP TV, Pangkajene - Hari ini, ada 4 provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus baru virus Corona (COVID-19). Per 17 Juni 2020, kasus virus Corona di Indonesia mencapai lebih dari 41 ribu.

"Hari ini ada penambahan kasus konfirmasi COVID-19 positif sebanyak 1.031 orang sehingga akumulasi total positif yang kita miliki sebanyak 41.431 orang," ungkap juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Rabu (17/6/2020).

Tambahan kasus terbanyak masih didominasi oleh provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Banyaknya tambahan kasus ini disebut karena agresifnya tracing yang dilakukan oleh gugus tugas.

"Beberapa provinsi yang melaporkan jumlah sembuh lebih banyak daripada kasus positif yang dilaporkan hari ini," jelas Yuri.

Ada pun provinsi yang dimaksud adalah Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Kalimatan Utara, dan Sulawesi Tengah.

Yuri juga melaporkan ada tambahan 540 pasien sembuh dari Corona sehinggatotalnya ada 16.243. Namun masih ada 45 kematian sehingga total yang meninggal ada 2.276.

Pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap 42.714 orang dalam pantauan (ODP). Pasien dalam pengawasan (PDP) kini berjumlah 13.279 orang.

"Ada 17 provinsi yang melaporkan penambahan kasus di bawah 10 dan ada 4 provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus sama sekali," sebut Yuri.

Berikut ini daftar 4 provinsi nihil tambahan kasus COVID-19:

1. Kalimantan Utara: 0 kasus baru
2. Sulawesi Tengah: 0 kasus baru
3. Nusa Tenggara Timur: 0 kasus baru
4. Gorontalo: 0 kasus baru

 


sumber: infopresiden.com

PANGKEP TV, Pangkajene – Juru bicara Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan, satu tambahan kasus positif di Kabupaten Pangkep, menjadi total ada 36 kasus positif.

“Pasien 36 merupakan seorang tenaga medis di rumah sakit," kata Annas Rabu, 17 Juni 2020.

Annas menuturkan, tambahan positif 35 tersebut, berdasarkan hasil PCR swab tenggorokan, yang keluar pekan ini.

“Jenis kelamin Perempuan usia 38 tahun,” katanya.

Saat ini kata Annas, pasien 38 sudah dirawat.

Selain data positif yang bertambah, data posko Covid-19 Kabupaten Pangkep juga mencatat adanya penambahan pada pasien Dalam Pengawasan menjadi 31 dengan rincian, enam dirawat, tiga isolasi mandiri, 20 orang dinyatakan sehat, dan dua orang meninggal.

Data Posko TGTPP Pangkep, total positif Covid-19 total 35 kasus.

Sementara untuk data angka positif, dengan rincian sebanyak 18 orang sembuh, sembilan orang isolasi mandiri, delapan orang dirawat dan satu orang meninggal dunia.

 

 

sumber: pangkep.terkini.id

 

PANGKEP TV, Pangkajene - Positif Covid-19 Kabupaten Pangkep, saat ini sudah 35 kasus.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19(TGTPP) kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan, pasien CO 35 asal kampung Bilango, Desa Lanne, Kecamatan Tondong Tallasa.

"Tambahan satu kasus positif untuk Pangkep, berdasarkan hasil pemeriksaan PCR Swab tenggorokan, Perempuan (34) asal Bilango, desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa,"jelasnya, Selasa(16/6/20).

Lanjutnya, pasien saat ini sedang dirawat di RS Bayangkara Makassar.

Data Posko TGTPP Pangkep, total positif Covid-19 total 35 kasus. Sebanyak 18 orang sembuh, sembilan orang isolasi mandiri, tujuh orang dirawat dan satu orang meninggal dunia.

PANGKEP TV, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian BUMN dan Telkom Indonesia menambahkan beberapa fitur untuk memudahkan pengguna Aplikasi PeduliLindungi dalam menghadapi new normal atau kenormalan baru.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pengguna Aplikasi PeduliLindungi hingga saat ini sudah mencapai hampir 4 juta pengguna. "Hingga sore hari ini, masyarakat yang melakukan atau intalasi aplikasi ini Google Play Store dan App Store sebanyak 3.944.793 pengguna smartphone yag ada di Indonesia. Kami harapkan masyarakat lebih aktif untuk melakukan instalasi aplikasi karena sangat penting untuk mengetahui dan mencegah persebaran pandemi Covid-19," ungkapnya dalam Konferensi Pers Daring tentang QR Code e-Sertifikat Bebas Covid-19 pada Aplikasi PeduliLindungi dari Ruang Serbanguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (12/06/2020).

Menteri Kominfo menyatakan Pemerintah juga akan meningkatkan Aplikasi PeduliLindungi agar bisa digunakan oleh perangkat telepon non-smartphone. "Kami juga bersama-sama dengan Telkom yang akan meningkatkan agar aplikasi ini nanti bisa digunakan juga oleh pengguna perangkat telepon yang non-smartphone melalui teknologi SMS," jelasnya.

Menteri Johnny merinci fitur yang sudah ada dalam Aplikasi PeduliLindungi antara lain:

Contact Tracing hingga 14 hari ke belakang menggunakan teknologi bluetooth;
Tracking closed-contact user menggunakan teknologi GPS atau global positioning system;
Fencing untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan teknologi GPS;
Untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yuridiksi nasional kita di batas negara di 7 pintu imigrasi. dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP;
Notifikasi Zona Terdampak dan informasi lokasi sekitar dalam hal ini kelurahan, rumah sakit maupun apotek terdekat;
Histori perjalanan atau lokasi user menggunakan GPS;
Teledokter, atau periksa kesehatan mandiri dengan Prixa dan BPPT, konsultasi dokter online dengan Halodoc dan Prosehat.
Menurut Menteri Kominfo pemerintah juga membuat dashboard monitoring yang digunakan untuk tracing, tracking, dan fencing. "Dalam hal ini Dashboard Tracing dan Tracking untuk melihat user yang pernah closed-contact dengan pasien positif. Dashboard Fencing untuk melihat pergerakan orang dalam karantina mandiri. Untuk memontoring tersedia di Kementerian Kesehatan yang dapat digunakan khususnya untuk memonitor pasien dan orang yang melakukan karantina mandiri," paparnya.

Menteri Johnny menjelaskan apabila melewati batas wilayah karantina sampai dengan 500 meter, user atau pengguna yang bersangkutan langsung terlhat dalam dashboard.

“Kemudian, para pejabat, dokter-dokter atau operator-operator yang ada di dasbord Kementerian Kesehatan bisa langsung mengingatkan kepada pasien untuk segera kembali ke wilayah karantina atau isolasi mandirinya, serta dapat melakukan juga melalui pendekatan-pendekatan offline setelahnya,” paparnya.

Digital Diary dan Kenormalan Baru

Menteri Kominfo menyatakan pengembangan aplikasi selanjutnya pertama diarahkan untuk menambah QR Code untuk digital diary perjalanan pengguna. “QR Code untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yurisdiksi nasional kita, batas negara di tujuh pintu atau gate imigrasi, dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP,” jelasnya.

Menteri Jhonny berharap, pada minggu ketiga bulan Juni ini pengembangan QR Code untuk digital diary ini sudah bisa di-launching agar bisa digunakan oleh masyarakat.

Menurut Menteri Kominfo, fitur lain yang akan dikembangkan pertama adalah QR Code untuk diary perjalanan user yang dibuat sesuai dengan pemintaan Presiden dan ditargetkan bisa diguankan Minggu ketiga Juni 2020. Selain itu, kedua, fitur registrasi hasil rapid test dan swab test sebagai passport user pada masa relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Minggu pertama Juli 2020.

“Kemudian, teknologi Face Recognition untuk pengecekan suhu tubuh dan masker sebelum user masuk ke area public atua gedung pada Minggu kedua Juli,” jelas Menteri Johnny.

Selanjutnya keempat akan dikembangkan Aplikasi PeduliLindungi untuk pengguna non-smartphone Minggu ketiga Juli 2020. “Karena saat ini pengguna smartphone itu cukup signifikan jumlahnya, namun yang nonsmartphone jauh lebih besar. Sehingga pengguna non-smartphone juga mendapatkan akses Aplikasi PeduliLindungi kita harapkan pengguna semakin banyak dan aplikasi ini makin bermanfaat dalam rangka membantu masyarakat mencegah tertular Covid-19,” jelasnya

Kelima, Menteri Kominfo menyebutkan akan membangun Software Development Kit (SDK) agar Aplikasi PeduliLindungi dapat dimanfaatkan di apps lain pada Minggu keempat Juli 2020.

Menurut Menteri Kominfo, SDK dapat dimanfaatkan di berbagai aplikasi. Ia menyontohkan jika di aplikasi Go-Jek ada kerjasama dengan PeduliLindungi maka seluruh driver Go-Jek bisa menggunakan aplikasi tersebut.

“Dengan menggunakan QR Code bisa mengetahui mereka (driver) dapat pergi ke mana, mengantar penumpang ke mana, di daerah yang mana misalnya mall atau gedung-gedung mana yang sudah memenuhi syarat-syarat protokol medis, dan tidak boleh ditambah jumlahnya bisa menghindari wilayah tersebut,” jelas Menteri Johnny.

Bahkan, Menteri Kominfo memberikan gambaran bagaimana pemanfaatan aplikasi itu dalam penerapan kenormalan baru ketika mengunjungi mall atau restoran. Dalam kenormalan baru, dimungkinkan untuk masuk ke salah satu mall atau restoran yang sesuai standar kesehatan 50% misalnya, dari situ belum sampai 50% boleh pergi ke wilayah tersebut.

“Akan tetapi apabila sudah 50% aplikasi ini akan mengingatkan untuk tidak perlu pergi ke sana dan dapat mencari tempat yang lain, sehingga masyarakat tidak perlu antri dan menyita waktunya, sekaligus akan membantu aparat-aparat baik aparat pemerintah daerah, kepolisian maupun TNI yang bertugas di lapangan,” jelasnya.

Dalam konferensi pers daring itu, Menteri Kominfo didampingi oleh Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli dan Chief Digital Innovation Officer Telkom Indonesia, Faizal Djoemadi.

Kolaborasi dan Jaminan Keamanan Data

Faizal Djoemadi menyatakan Aplikasi PeduliLindungi sudah mengguanakan seluruh teknologi telepon pintar mulai dari GPS, bluetooth dan QR Code.

“Aplikasi ini bisa dikembangkan untuk manfaat yang lebih besar. Dan kami sebagai developer membuka kesempatan kepada para start up atau pemilik aplikasi lain yang lain” jelasnya menegaskan kesediaan untuk kolaborasi dengan anak negeri.

Tak hanya pengembang aplikasi, Faizal juga membuka peluang bagi peneliti di Indonesia untuk mengembangkan fitur lain. “Sehingga dapat memperkaya Aplikasi PeduliLindungi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen PPI Ahmad M. Ramli menyatakan saat ini Kementerian Kominfo telah memperbarui payung hukum untuk menjaga kepastian perlindungan terhadap data masyarakat.

“Aplikasi PeduliLindungi ini tidak hanya dimanfaatkan ketika kita pandemi tapi ketika kita memasuki normal kita juga memanfaatkan ini oleh karena itu diperlukan adanya perubahan Keputusan Menteri Nomor 171 Tahun 2020 itu telah diubah dan ditandatangani Pak Menteri Kominfo,” ungkap Dirjen PPI.

Perubahan yang terjadi pada versi ke lima Aplikasi PeduliLindungi itu, menurut Dirjen Ramli antara lain memasukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai institusi yang melakukan asesmen terhadap semua fitur.

“Setiap versi yang akan di-launching selalu dilakukan asesmen terlebih dulu oleh BSSN untuk menjamin keamanannya. Demikian juga dengan perlindungan data pribadi kami tegaskan lebih detail di keputusan menteri yang baru ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dirjen PPI mengharapkan masyarakat tidak perlu ragu untuk menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. “Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk meng-install ini dan masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk kepentingan transportasi, pemesanan tiket pesawat udara dan lain-lain. Karena di sana juga akan ada fitur sertifikat terkait dengan swab test,” paparnya.

PANGKEP TV, Pangkajene - Jumlah tambahan kasus positifi Covid-19 di Kabupaten Pangkep dalam sepekan sebanyak lima orang.

Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep dr Annas Ahmad, mengatakan jumlah positif di Pangkep bertambah menjadi 34 orang.

“Iya, ada tambahan pasien ke 34,” kata Annas. Minggu 14 Juni 2020.

Tambahan pasien ke 34 tersebut menurut Annas, keluarga dari pasien positif ke 33.

“Pasien sudah diantar ke hotel Swissbell Makassar,” ujarnya.

Annas menambahkan, pasien ke 34 ini merupakan laki-laki berusia 46 tahun.

“Asalnya Tekolabbua Kecamatan Pangkajene,” katanya.

Tambahan tiga kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pangkep Jumat 12 Juni 2020 kemarin, ketiga pasien positif tersebut merupakan hasil pemeriksaan PCR swab tenggorokan.

“Tambahan tiga kasus baru Covid-19 untuk Pangkep berdasarkan pemeriksaan PCR Swab tenggorokan. Perempuan (61) alamat jalan Penghibur, Kelurahan Mappasaile, Laki-laki (3) alamat jalan Penghibur, Mappasaile, Laki-laki (56) alamat jalan Andi Mauraga, Pangkajene,” katanya, Jumat 12 Juni 2020.

Sementara Sabtu 13 Juni 2020 kemarin, satu tambahan positif menambah total kasus di Pangkep sebanyak 33 orang.

Data posko tim penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep, mencatat jumlah positif Covid-19 sebanyak 34.

Sebanyak 17 orang dinyatakan sembuh, 10 orang isolasi mandiri, enam orang dirawat dan satu orang meninggal dunia.

 

sumber: pangkep.terkini.id

 

 

 

 

Page 9 of 19

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id