PANGKEP TV, Pangkajene - Data posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan(TGTPP) Covid-19 Pangkep, saat ini mencatat sebanyakl 51 kasus positif Covid-19.

Juru Bicara TGTPP Covid-19 Pangkep, dr Annas Ahmad menyampaiakan, hari ini ada tambahan tiga kasus positif.

"Tambahan tiga kasus baru positif covid-19 untuk Pangkep berdasarkan hasil pemeriksaan PCR swab tenggorokan, Laki-laki (49) asal pulau Balang Lompo Kecamatan Liukang Tupabbiring, Laki-laki (44) asal Tumampua, Kecamatan Pangkajene
dan Perempuan (18) asal Tumampua, Kecamatan Pangkajene,"jelasnya, Jumat 26 Juni 2020.

Direktur RSUD Batara Siang itu mengatakan, dua orang dirawat di RS Batara Siang dan satu dirujuk ke RS Bayangkara.

Data saat ini, total kasus positif Covid-19 sebanyak 51 kasus. Sebanyak 23 orang sembuh, 17 orang dirawat, sembilan orang isolasi mandiri dan dua orang meninggal dunia.

PANGKEP TV, Pangkajene - Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep dr Annas Ahmad mengatakan dua tambahan positif Covid-19 merupakan kasus.

Tambahan tersebut menambah jumlah kasus Covid-19 sebanyak 47 Kasus. Kata, Annas kedua pasien melalui screening.

"Satu kasus di temukan saat screening keberangkatan. Kasus kedua ditemukan saat screening untuk persiapan melahirkan di RSUD Dadi Makassar," katanya, Selasa 23 Juni 2020.

Keduanya juga diketahui positif berdasarkan pemeriksaan PCR swab tenggorokan.

"Laki-laki (19) asal Jalan Panasa Kelurahan Talaka Kecamatan Marang dan perempuan (29) asal Jalan Mappe Bontogelang Kecamatan Bungoro,"ujarnya.

Saat ini, data di posko tim gugus tugas percepatan penanganan (TPGPP) Covid-19 Kabupaten Pangkep, total kasus Positif Covid-19 sebanyak 47 kasus.

Sebanyak 15 orang dirawat, 12 orang isolasi mandiri, dua orang meninggal dunia dan 18 orang sembuh.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan(TGTPP)Covid-19 kabupaten Pangkep dr Annas Ahmad menjelaskan, hari ini ada tambahan dua kasus positif.

 

Sumber: pangkep.terkini.id

PANGKEP TV, Pangkajene - Jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Pangkep terus bertambah, satu tambahan hari ini Senin 22 Juni 2020 menjadikan total positif Covid-19 menjadi 45 orang.

Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan, jika tambahan tersebut merupakan pasien laki-laki.

"Usianya 55 tahun," ujar Annas.

Dia menambahkan, pasien Covid-19 45 tersebut berasal dari Kecamatan Pangkajene.

"Iya, dari Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene," ujarnya.

Diketahui penambahan pasien positif Covid-19 di Pangkep terus bertambah dalam dua pekan terakhir.

Dari data posko Covid-19 Pangkep, dalampekan kemarin tambahan positif sebanyak lima pasien.

PANGKEP TV, Jakarta - Penataan penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan prioritas kesehatan masyarakat diperlukan untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Tempat dan fasilitas umum merupakan salah satu lokus masyarakat beraktivitas yang akan mendukung keberlangsungan perekonomian, namun berpotensi menjadi lokus penyebaran Covid-19.

Untuk itu, dipandang perlu adanya protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan di tempat dan fasilitas umum untuk mencegah penularan Covid-19.

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum yang disahkan pada 19 Juni 2020.
Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan tempat dan fasilitas umum merupakan area dimana masyarakat melakukan aktifitas kehidupan sosial dan berkegiatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Risiko pergerakan orang dan berkumpulnya masyarakat pada tempat dan fasilitas umum, memiliki potensi penularan Covid-19 yang cukup besar.

”Masyarakat harus melakukan perubahan pola hidup dengan tatanan dan adaptasi kebiasaan yang baru agar dapat hidup produktif dan terhindar dari penularan Covid-19,” katanya.

Tempat dan fasilitas umum yang dimaksud dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut antara lain pasar dan sejenisnya, Mall/pertokoan dan sejenisnya, Hotel/penginapan/homestay/asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, sarana dan kegiatan olahraga, moda transportasi, stasiun/terminal/pelabuhan/bandar udara, lokasi daya Tarik wisata, jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya, jasa ekonomi kreatif, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, jasa penyelenggaraan event/pertemuan.

Protokol kesehatan berlaku bagi siapa saja yang terlibat atau berada di tempat dan fasilitas umum. Prinsipnya protokol kesehatan di tempat dan fasilitas umum harus memuat perlindungan kesehatan individu seperti memakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak fisik dengan orang lain, dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Substansi protokol kesehatan pada masyarakat harus memperhatikan titik kritis dalam penularan COVID-19 yang meliputi jenis dan karakteristik kegiatan/aktivitas, besarnya kegiatan, lokasi kegiatan (outdor/indoor), lamanya kegiatan, jumlah orang yang terlibat, kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penderita komorbid, atau penyandang disabilitas yang terlibat dan lain sebagainya.

Dalam penerapan protokol kesehatan harus melibatkan peran pihak-pihak yang terkait, termasuk aparat yang akan melakukan penertiban dan pengawasan.

 

 

Sumber: Kominfo.go.id

PANGKEP TV, Jakarta - Penataan penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan prioritas kesehatan masyarakat diperlukan untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Tempat dan fasilitas umum merupakan salah satu lokus masyarakat beraktivitas yang akan mendukung keberlangsungan perekonomian, namun berpotensi menjadi lokus penyebaran Covid-19.

Untuk itu, dipandang perlu adanya protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan di tempat dan fasilitas umum untuk mencegah penularan Covid-19.

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum yang disahkan pada 19 Juni 2020.
Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan tempat dan fasilitas umum merupakan area dimana masyarakat melakukan aktifitas kehidupan sosial dan berkegiatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Risiko pergerakan orang dan berkumpulnya masyarakat pada tempat dan fasilitas umum, memiliki potensi penularan Covid-19 yang cukup besar.

”Masyarakat harus melakukan perubahan pola hidup dengan tatanan dan adaptasi kebiasaan yang baru agar dapat hidup produktif dan terhindar dari penularan Covid-19,” katanya.

Tempat dan fasilitas umum yang dimaksud dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut antara lain pasar dan sejenisnya, Mall/pertokoan dan sejenisnya, Hotel/penginapan/homestay/asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, sarana dan kegiatan olahraga, moda transportasi, stasiun/terminal/pelabuhan/bandar udara, lokasi daya Tarik wisata, jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya, jasa ekonomi kreatif, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, jasa penyelenggaraan event/pertemuan.

Protokol kesehatan berlaku bagi siapa saja yang terlibat atau berada di tempat dan fasilitas umum. Prinsipnya protokol kesehatan di tempat dan fasilitas umum harus memuat perlindungan kesehatan individu seperti memakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak fisik dengan orang lain, dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Substansi protokol kesehatan pada masyarakat harus memperhatikan titik kritis dalam penularan COVID-19 yang meliputi jenis dan karakteristik kegiatan/aktivitas, besarnya kegiatan, lokasi kegiatan (outdor/indoor), lamanya kegiatan, jumlah orang yang terlibat, kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penderita komorbid, atau penyandang disabilitas yang terlibat dan lain sebagainya.

Dalam penerapan protokol kesehatan harus melibatkan peran pihak-pihak yang terkait, termasuk aparat yang akan melakukan penertiban dan pengawasan.

 

 

Sumber: Kominfo.go.id

PANGKEP TV, Pangkajene - Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangkep dr Annas Ahmad menuturkan jika hari ini  ada empat tambahan kasus positif Covid-19.

"Penambahan itu menambah total positif Covid-19 di Pangkep sebanyak 40 kasus," ujar Annas, Jumat Juni 2020.

Tambahan tersebut menurutnya, berdasarkan hasil PCR swab tenggorokan.

Keempat pasien tersebut jmerupakan pemeriksaan tracking dari pasien positif tenaga medis di Rumah Sakit Batara Siang Pangkep, empat penambahan positif tersebut dua dari Kecamatan Pangkajene, satu dari Minasatene, dan satu dari Balocci.

"Usianya ada yang 41, 39, dan 35 tahun," ujar Annas.

Annas mengimbau, di tengah dilonggarkannya aktivitas masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan jaga jarak.

"Kalau yang wajib itu misalnya pakai masker dan cuci tangan," ujar Annas.

Perkembangan data dari posko Covid-19 Kabupaten Pangkep, mencatat 10 masih dirawat, 11 isolasi mandiri, 18 sembuh, dan 1 meninggal dunia.

Page 8 of 19

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id