Pangkep TV, Pangkajene -- Bupati Pangkep, H.Syamsuddin Hamid SE, menaikkan dari status Siaga menjadi Tanggap Darurat. Hal itu berdasar pada semakin meningkatnya pasien Covid 19.

Syamsuddin mengakui kini seluruh wilayah Pangkep akan semakin diperketat. Pasien yang Minggu lalu hanya 2 orang kini bertambah menjadi 16 orang pada pekan ketiga Mei. Hal ini menjadikan perkembangan penyakit ini semakin tidak terkendali.

Hal itu dikatakan Syamsuddin di Pangkajene, Kamis (14/5), usai melaksanakan rapat terbatas dengan para anggota Forkopimda dan pejabat teknis. Ia mengatakan perkembangan virus ini semakin tak terkendali sehingga menjadikan beberapa kegiatan masyarakat akan diperketat. Termasuk tempat ibadah dan pasar.

Ia menilai karena kurangnya kesadaran masyarakat sehingga penyebaran virus ini sudah mulai transmisi lokal. Sehingga perlu segera diperketat.

Rencananya pasar Pangkajene menjadi ditata dengan menganjurkan para pedagang dan pembeli mengenakan masker. Memasang tempat cuci tangan di setiap ruangan atau los pasar serta mengatur jarak dengan pedagang lainnya.

Pangkep TV, Pangkajene -- Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran tentang penggunaan Alokasi Dana Desa atau Dana Desa untuk penanganan Covid-19.
 
Hal itu disampaikan oleh kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pangkep, Abdul Haris Has.
 
"Iye sudah ada edaran Bupati, plus RAB dan nomor rekening untuk acuan teman-teman desa,"katanya.
 
Lanjutnya, untuk jumlah besaran anggaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.
 
Kebijakan ini pun katanya, sudah disampaikan langsung kepada gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah melalui teleconfrence.
 
Isi surat edaran Bupati Pangkep memuat diantaranya, Pemdes Membentuk tim gugus tugas penanganan Covid-19,  Menyiapkan Peralatan kesehatan penanganan Covid-19 di desa misalnya Alat Pelindung Diri (ADP) , alat semport Cairan disinfektan, cairan pembersih tangan, masker, alat pendetiksi suhu tubuh, vitamin dan alat kesehatan lainnya yang berskala desa.
 
Pelaksanaan Sosialisasi/penyuluhan ke masyarakat dengan menyediakan peralatan misalnya Pengeras suara, Baliho, Spanduk, Papan Informasi dan kebutuhan peralatan lainnya. Penyediaan tempat cuci tangan pakai sabun di pos pelayanan kesehatan dan tempat fasilitas umum di desa.
 
Penguatan ketahanan pangan tingkat desa melalui kegiatan bantuan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendukung ketersediaan pangan di tingkat desa.
 
Penyediaan Sembako dan kebutuhan Pangan bagi masyarakat miskin di desa yang terkena dampak bencana. (ptv)

Pangkep TV, Pangkajene -- Bupati Pangkep H Syamsuddin Hamid, SE kini merayakan ulang tahun ke-57 secara sederhana  didampingi sang istri tercinta Rismayani Syamsuddin dirumah Dinas Bupati Pangkep Rabu (18/3/2020).

Usai menunaikan ibadah Salat Subuh berjamaah, H Syamsuddin yang mengunakan kopiah berwarna merah didampingi istri tercinta Hj Rismayani telah menanti kue ulang tahun, lagu ulang tahun yang lazimnya didendangkan juga ikut meramaikan momen bersahaja namun penuh kesederhanaan.

Menurut Syamsuddin Hamid bahwa yang utama adalah kesejahteraan rakyat, tak lepas dari itu semua, kita diberikan kesehatan selalu

“Kita patut ucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebab pada hari ini, telah bertambah usia ke-57, itu semua berkah dari Allah SWT, dengan diberikannya kesehatan, kekuatan dan petunjuk-Nya dalam menjalankan aktifitas yang terbaik buat negara, dan masyarakat” ujarnya.

Dalam perayaan ulang ke-57 tersebut, tak ada perayaan yang istimewa, tak ada acara besar-besaran, namun surprise yang cukup mengejutkan hadir lewat padanan kue ulang tahun yang berukuran kecil yang dibawah langsung putri bungsunya, Zahra Al Zahrani didampingi ibunya Hj Rismayani serta cucunya di ruang keluarga di Rumah Jabatan Bupati.

Perayaan ulang tahun yang cukup sederhana ini, dihadiri Dandim 1421 Pangkep letkol Inf. Adi Sabaruddin dan sejumlah Kepala Dinas, Camat, keluarga dan kerabat terdekatnya. (ptv)

Pangkep TV, Pangkajene – Pemerintah Kabupaten Pangkep menyetujui delapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Hal itu dibuktikan saat Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid bersama Ketua DPRD Pangkep menandatangani persetujuan 8 Ranperda menjadi Perda disaksikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Sidang A, Gedung DPRD Pangkep, Senin(16/3/2020).

Sebelum penandatanganan, sidang diawali dengan penyampaian laporan hasil pembahasan Panitia Khusus(Pansus) Ranperda yang terdiri dari orang.

Laporan hasil pembahasan
Pansus I dibacakan oleh H Nurdin Mappiara. Pansus I ini membahas tiga Ranperda. Ranperda Kabupaten Layak Anak, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda nomor 4 tahun 2016 tentang Susunan Perangkat Daerah, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda nomor 8 tahun 2011 tentang IMB.

“Ketiga jenis Ranperda diatas, dapat diterima dan disetujui menjadi Perda," kata Nurdin Mappiara usai membacakan hasil laporan.

Kemudian, Laporan hasil Pansus II dibacakan oleh H Abd Rasyid yang membahas empat Ranperda diantaranya, Ranperda tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Mappatuwo, Ranperda tentang Perubahan Ketiga Atas Perda tentang Retribusi Jasa Usaha. Ranperda tentang Perubahan Atas Perda nomor 4 tahun 2018 tentang Penyertaan Modal Daerah dan Ranperda tentang Tanda Daftar Usaha Kepariwisataan.

"Tiga Ranperda disetujui untuk jadi Perda dengan beberapa catatan. Sedangkan Ranperda tentang Tanda Daftar Usaha Kepariwisataan dianggap materi muatan sangat tehnis, sehingga disarankan hanya untuk diatur dalam Peraturan kepala daerah," katanya.

Pansus III, dibacakan oleh Ramli, membahas Ranperda tentang Rencana Pembagunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Ranperda tentang Innovasi Daerah. Keduanya disetujui untuk menjadi Perda.

Sementara Ranperda tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah tidak dapat dilanjutkan ke jenjang pembahasan berikutnya.

"Dari 11 anggota Pansus, sembilan anggota berkesimpulan agar Ranperda dikembalikan kepada OPD terkait. Karena dalam perencanaan belum ada penyempurnaan setelah adanya hasil penyelarasan dari kantor Kementerian Hukum dan HAM yang mensyaratkan beberapa bab tambahan," katanya.

Sementara itu, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid berharap dengan persetujuan Ranperda ini menjadi Perda dapat mengawal harapan masyarakat untuk lebih sejahtera.

Perda ini, tidak mungkin bisa berjalan jika hanya diserahkan kepada eksekutif. Ia berharap, setelah penandatanganan dilakukan tetap dilakukan pengawasan oleh pihak DPRD.

"Kita memang telah menyerahkan 10 Ranperda, delapan yang disetujui. Sementara dua Ranperda lainnya bukan ditolak, tapi ada yang mesti diperbaiki," jelasnya. (ptv)
 
 
 

Pangkep TV, Pangkajene -- Bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan ( Pangkep) H Syamsuddin Hamid kini semakin menggenjot peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Pangkep, kembali akan menggelar Launcing Program  Modernization and Rehabilitation Urgent Project (Simurp), salah satu program yang sangat mendukung dalam peningkatan hasil produksi pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep Andi Sadda yang dikonfirmasi beberapa hari lalu Jumat (6/3/2020) diruang kerjanya mengatakan bahwa, Insya Allah Bupati Pangkep akan menggelar Launcing Program Simurp di Pangkep.

Menurutnya bahwa  hanya tiga Kabupaten di Sulawesi-Selatan yang mendapatkan Progarm Simurp dari Menteri Pertanian, yakni Kabupaten Pangkep, Takalar dan Bone, sementara untuk seluruh Indonesia hanya 16 daerah untuk  tahun anggaran 2020.

Mantan Camat Segeri ini menjelaskan bahwa Program SIMURP adalah program kerjasama antara pemerintah pusat (Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kemendagri) dengan pemerintah daerah (Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten Kota), tentu sumber dananya adalah sebagian rupiah sebagian dana bantuan dari luar negeri.

SIMURP merupakan proyek yang bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian.

Tujuan Proyek SIMURP adalah optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan dengan harapan dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) Padi.

"Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian persatuan waktu, artinya meningkatkan indeks pertanaman, jadi dengan perbaikan infrastruktur jaringan irigasi, indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari 1 kali menjadi 2 kali, dari indeks pertanian dari 100 menjadi 200 bahkan lebih dari itu” ujar Andi Sadda. (ptv)

 Alamat  :  Dinas Kominfo Kab. Pangkep

 Email     :  pangkeptv@pangkepkab.go.id